![]() |
| Foto : Kapolsek Muara Tabir “ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM, – Kecewaan puluhan nasabah terhadap dugaan hilangnya dana simpanan di Bank Mandiri KCP Muara Tabir, Kabupaten Tebo, terus memuncak. Setelah menggelar aksi unjuk rasa pada 18 Juni 2026 , para nasabah hingga kini mengaku belum memperoleh kepastian terkait pengembalian dana yang diduga hilang akibat ulah seorang oknum pegawai bank.
Dalam aksi tersebut, puluhan nasabah mendatangi kantor Bank Mandiri KCP Muara Tabir untuk menyampaikan tuntutan agar pihak bank segera bertanggung jawab atas dana yang diduga raib. Massa bahkan sempat berencana menyegel kantor bank sebagai bentuk protes, namun aksi tersebut akhirnya tidak dilakukan.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolsek Muara Tabir, IPTU Muhamad Yusuf, SH , membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini permasalahan tersebut masih belum menemukan titik terang.
Benar, hingga saat ini memang belum ada kejelasan dari pihak Bank Mandiri mengenai pengembalian uang nasabah. Informasinya kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar dengan jumlah korban puluhan nasabah. Pada aksi pada 18 Juni lalu, massa sempat ingin menyegel kantor KCP Mandiri Muara Tabir, namun belum jadi. Informasi yang kami terima, saat ini pihak Bank Mandiri masih melakukan proses audit dari pusat, katanya.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat. Nilai kerugian yang disebut mencapai miliaran rupiah dinilai bukan persoalan kecil, sehingga penyelesaiannya tidak boleh berlarut-larut. Publik yang menilai pihak bank harus segera memberikan kepastian kepada para nasabah mengenai nasib dana mereka, sekaligus menunjukkan tanggung jawab atas perlindungan dana masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap aparat penegak hukum, khususnya jajaran kepolisian, dapat mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Apabila telah ditemukan alat bukti yang cukup, masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan hingga adanya penetapan tersangka terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Selain penegakan hukum terhadap oknum yang diduga terlibat, masyarakat juga meminta adanya evaluasi dan langkah tegas dari pihak Bank Mandiri apabila terbukti terdapat prosedur pelanggaran atau pelanggaran dalam pengelolaan dana nasabah. Harapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan.
Hingga berita ini ditulis, proses audit internal dari pihak Bank Mandiri masih berlangsung, sementara para nasabah masih menunggu kepastian mengenai pengembalian dana mereka yang diduga hilang. Kekecewaan masyarakat Muara Tabir pun semakin besar karena persoalan yang dinilai belum menunjukkan penyelesaian yang jelas meski telah bergulir selama beberapa waktu.
Masyarakat berharap kasus ini tidak berakhir tanpa kepastian hukum maupun penyelesaian bagi para korban. Mereka menuntut transparansi, akuntabilitas, serta langkah nyata dari seluruh pihak terkait agar nasabah hak-hak dapat menyampaikan dan mempercayai masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga.
( Rinto )
