INFOTEBOTERKINI.COM, - Usulan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tebo mencapai angka fantastis. Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tebo dalam kegiatan Coffee Morning dan silaturahmi bersama pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Tebo yang digelar Senin (4/5/2026), total terdapat 15 usulan proyek strategi dengan nilai mencapai Rp717.198.000.000.
Paparan yang ditampilkan di layar tersebut memuat sejumlah ruas jalan prioritas serta pembangunan jembatan yang dinilai mendesak guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tebo.
Dari daftar seluruh usulan, proyek dengan nilai terbesar adalah pembangunan Jembatan Teluk Kayu Putih di Kecamatan VII Koto Ilir sepanjang 200 meter dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp120 miliar. Infrastruktur ini dinilai sangat vital untuk membuka akses transportasi sekaligus mempercepat konektivitas antarwilayah di kawasan tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan peningkatan ruas Jalan Simpang Nasional SP 2-Simpang 2 Sekutur Jaya – Simpang Ragunas-Simpang 3 Suo-Suo sepanjang 23 kilometer dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp115 miliar.
Sejumlah ruas strategi lainnya juga masuk dalam daftar prioritas, di antaranya peningkatan Jalan Muara Tebo-Simpang Logpon senilai Rp74,5 miliar, Jalan Simpang Betung Berdarah-Simpang Pintas hingga batas Kabupaten Bungo sebesar Rp74,5 miliar, serta Jalan Lingkar Muara Tebo-Aburan dengan kebutuhan anggaran Rp69 miliar.
Tak hanya fokus pada jalan kabupaten, Pemerintah Kabupaten Tebo juga mengusulkan perbaikan pada beberapa ruas jalan nasional, yakni Tabun Arang, Peninjau, dan Lubuk Mandarsyah, dengan total nilai usulan mencapai lebih dari Rp118 miliar.
Besarnya nilai usulan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Tebo dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
Realisasi usulan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan akses jalan dan jembatan yang selama ini menjadi keluhan warga di sejumlah kecamatan, terutama wilayah yang masih mengalami keterbatasan konektivitas akibat kondisi infrastruktur yang belum memadai.( Red-ITT)
