![]() |
| Foto : Camat Serai Serumpun,Kaban Kesbangpol dan kades Bukit Pemuatan “ist”Rinto Rezky” |
INFOTEBOTERKINI.COM – Pemerintah Kabupaten Tebo mulai bergerak serius menyikapi berbagai polemik yang terjadi di Desa Bukit Pemuatan, Kecamatan Serai Serumpun. Atas instruksi langsung Bupati Tebo, tim gabungan yang terdiri dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap sejumlah persoalan yang selama ini menarik perhatian masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tebo, Sugiyarto , mengatakan investigasi tersebut tidak dilakukan secara simbolis, melainkan dengan pembagian waktu berdasarkan bidang dan objek pemeriksaan agar seluruh permasalahan dapat dikaji secara komprehensif.
“Atas instruksi Bupati Tebo, tim dari beberapa OPD sudah turun langsung ke Desa Bukit Pemuatan. Setiap tim memiliki tugas dan objek pemeriksaan yang berbeda sesuai kewenangannya,” ujar Sugiyarto.
Ia menjelaskan, sedikitnya terdapat empat fokus utama yang menjadi sasaran investigasi. Pertama, melakukan pengecekan terhadap aset-aset yang telah dibongkar. Kedua, menelusuri permasalahan portal yang menjadi polemik di tengah masyarakat. Ketiga, menginventarisasi dan mengkaji status lahan restan. Keempat, meneliti persoalan lahan konsesi yang juga menjadi bagian dari konflik yang berkembang.
Menurut Sugiyarto, seluruh hasil temuan di lapangan akan dibahas secara internal oleh masing-masing OPD pada Rabu, 29 Juli 2026. Hasil pembahasan tersebut kemudian akan dirumuskan menjadi laporan resmi sebelum disampaikan kepada Bupati Tebo.
“Kami berharap minggu ini seluruh hasil kajian sudah dapat disampaikan kepada Bupati.Paling lambat pada hari Senin mendatang laporan lengkap sudah berada di meja Bupati sebagai dasar untuk menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya,” tegasnya.
Langkah investigasi lintas OPD ini menjadi sorotan publik karena diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan administrasi terhadap berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat Desa Bukit Pemuatan. Warga kini menantikan apakah hasil investigasi tersebut benar-benar akan ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret atau hanya berakhir sebagai laporan administratif semata.( Rinto )
