![]() |
| Foto : Terduga Pelaku Penipuan Saat Video call Dan KTP nya “ ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM, – Niat hati ingin memiliki sepeda motor dengan hasil tabungan bersama suami, seorang ibu rumah tangga asal Kuamang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, justru mengaku menjadi korban dugaan penipuan jual beli kendaraan melalui Facebook.
Korban diketahui bernama Riani (28) . Kepada pimpinan redaksi INFOTEBOTERKINI.COM melalui sambungan telepon, Riani menceritakan dirinya mengalami dugaan penipuan pada Rabu (2/9/2026) .
Peristiwa bermula ketika Riani mencari sepeda motor melalui media sosial Facebook. Ia kemudian menemukan sebuah unggahan di salah satu forum jual beli motor Rimbo Bujang yang menawarkan sepeda motor Honda Beat.
Tertarik dengan kendaraan tersebut, Riani menghubungi pemilik akun melalui pesan Facebook hingga komunikasi terus melalui WhatsApp. Motor yang semula ditawarkan seharga Rp8 juta , kemudian disepakati setelah ditawar menjadi Rp7,5 juta .
Menurut pengakuan Riani, orang yang berkomunikasi dengannya mengaku bekerja di Adira yang berada di Kabupaten Merangin (Bangko). Untuk menjanjikan korban, pelaku kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan biaya penggantian nama pada STNK dan BPKB.
“Awalnya saya diminta mengirim KTP dan uang Rp2,5 juta untuk proses ganti nama STNK dan BPKB. Karena percaya, saya kirim,” ujar Riani.
Kecurigaan korban semakin tertutupi setelah pelaku tak terduga mengirimkan foto serta melakukan video call yang mencakup menampilkan dokumen kendaraan. Bahkan, korban mengaku sempat mengungkapkan bahwa STNK dan BPKB kendaraan tersebut telah berganti nama.
Tak berhenti di situ, pelaku tiba-tiba mengirimkan foto sepeda motor yang disebut sudah berada di atas mobil pikap dan dalam perjalanan menuju rumah korban.
Riani kemudian mendapat telepon dari seseorang yang mengaku pihak Adira. Ia diminta kembali mengirimkan uang sebesar Rp3 juta dengan alasan sebagai uang jaminan karena kendaraan sudah diberangkatkan.
Setelah itu, kembali ada nomor lain yang menghubungi korban dan mengaku sebagai pimpinan Adira. Korban kembali diminta mengirimkan uang sebesar Rp2 juta , dengan alasan kendaraan disebut sudah berada di Muara Bungo.
"Setelah itu sekitar pukul 12 siang ada yang menelepon lagi. Katanya mobil pikap yang membawa motor rusak di jalan dan meminta uang lagi Rp2 juta untuk perbaikan," ungkap Riani.
Namun, saat itu Riani mengaku sudah tidak memiliki uang untuk kembali transfer. Ia menyebut total uang yang telah dikirim terkait dengan transaksi tersebut mencapai Rp7,5 juta .
Menurut korban, tiba-tiba pelaku kemudian marah dan memberikan tekanan agar dirinya kembali mengirimkan uang.
Bahkan, korban mengaku mendapat ancaman bahwa sepeda motor yang disebut sedang dalam perjalanan akan ditinggalkan sebagai jaminan di bengkel jika uang perbaikan kendaraan tidak dikirimkan.
Namun hingga Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB , sepeda motor yang dijanjikan tak kunjung datang sampai. Nomor yang sebelumnya menghubungi korban juga disebut sudah tidak dapat dihubungi karena korban mengaku telah diblokir.
Riani mengaku telah menyimpan sejumlah bukti, di antaranya tangkapan layar wajah orang yang melakukan video call, identitas yang dikirimkan, percakapan, serta bukti transfer.
Atas kejadian tersebut, korban berharap uangnya dapat kembali dan meminta bantuan agar kasus yang dialaminya mendapat perhatian publik. Ia juga berencana melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada pihak berwajib.
INFOTEBOTERKINI.COM mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan melalui media sosial. Jangan mudah percaya terhadap foto dokumen, video call, maupun pengakuan seseorang yang mengatasnamakan perusahaan tertentu sebelum identitas dan legalitas transaksi benar-benar terverifikasi. (Red-ITT)
