![]() |
| Foto : MURSALIN “ist” ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,- Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Tebo menyatakan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2026.
Namun, penerimaan tersebut disertai sejumlah catatan penting yang dinilai perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tebo dalam pelaksanaan anggaran ke depan.
Pendapat akhir Fraksi NasDem tersebut dibacakan oleh Mursalin dalam agenda pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2026.
Fraksi NasDem menilai dinamika pembahasan perubahan APBD telah berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Mulai dari penyampaian nota keuangan, pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui rapat dengar pendapat di seluruh komisi, hingga pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tebo.
Setelah mencermati seluruh proses tersebut, Fraksi NasDem akhirnya menyatakan menerima Ranperda Perubahan APBD 2026, namun dengan sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Revitalisasi Sekolah Diminta Berdasarkan Skala Prioritas
Salah satu perhatian Fraksi NasDem mengingatkan pada sektor pendidikan, khususnya program revitalisasi sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo.
Fraksi NasDem meminta agar pelaksanaan program tersebut benar-benar memperhatikan asas kepantasan dan skala prioritas.
Pasalnya, masih banyak sekolah tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Tebo yang kondisinya memerlukan perhatian pemerintah.
Fraksi NasDem menilai revitalisasi anggaran harus diarahkan kepada sekolah yang memang membutuhkan penanganan, sehingga penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Jalan Jangan Hanya Dikeraskan Berulang Kali
Sorotan berikutnya diarahkan terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan yang selama ini mendapatkan pendanaan melalui APBD.
Fraksi NasDem meminta agar jalan yang sudah berulang kali mendapatkan pengerasan tidak terus-menerus hanya dilakukan dengan pola yang sama.
Menurut Fraksi NasDem, ruas jalan yang telah mengalami pengerasan secara berulang seharusnya mulai ditingkatkan kualitasnya, baik melalui pengaspalan maupun peningkatan konstruksi jalan lainnya.
“Jika kita membiarkannya tentu sangat mengerikan karena banyaknya uang rakyat yang habis,” demikian poin yang disampaikan Fraksi NasDem.
Fraksi tersebut menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memperhatikan efektivitas penggunaan uang rakyat. Jangan sampai anggaran terus terserap untuk pekerjaan yang sifatnya berulang, sementara kualitas dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat belum maksimal.
Belanja Perubahan Daerah APBD 2026 Turun
Dalam pendapat akhirnya, Fraksi NasDem juga menyoroti struktur belanja daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Belanja daerah dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 tercatat sebesar Rp1.093.916.979.132,29 , sementara pada APBD Murni 2026 sebesar Rp1.099.246.370.678 .
Fraksi NasDem mencatat adanya perubahan atau penurunan dibandingkan APBD murni.
NasDem Dorong Kebijakan Lingkungan yang Nyata
Tidak hanya pendidikan dan infrastruktur, isu lingkungan hidup juga menjadi perhatian Fraksi NasDem.
Fraksi tersebut meminta Pemerintah Kabupaten Tebo membentuk kebijakan lingkungan hidup yang nyata dan mampu menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan daya dukung lingkungan.
Menurut Fraksi NasDem, setiap aktivitas manusia harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Kebijakan pembangunan jangan sampai justru menimbulkan permasalahan lingkungan yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
Normalisasi Sungai hingga Ancaman Logam Berat Jadi Sorotan
Fraksi NasDem juga meminta agar pemerintah daerah memperhatikan masalah sungai dan kualitas udara di Kabupaten Tebo.
Salah satu yang dikemukakan adalah perlunya alokasi anggaran untuk normalisasi sungai serta upaya mengurangi penggunaan bahan pembersih udara yang dinilai berpotensi menghabiskan anggaran daerah.
Fraksi NasDem juga meminta agar pemerintah menyiapkan lokasi khusus untuk sumber mata air yang diproduksi oleh PDAM.
Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan udara yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan terbebas dari potensi cemaran, termasuk metil merkuri dan logam berat yang termasuk berkaitan dengan hasil samping aktivitas penambangan di sepanjang aliran sungai.
“Pandangan Fraksi Harus Ditindaklanjuti”
Menutup pendapat akhirnya, Fraksi NasDem kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten Tebo agar pandangan dan catatan yang disampaikan DPRD tidak berhenti sebagai bagian dari proses konvensi semata.
Fraksi NasDem menegaskan bahwa setiap pandangan akhir fraksi harus mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“ Kami sering mengingatkan kepada saudara Bupati, bahwa pandangan akhir fraksi harus ditindaklanjuti, ” tegas Fraksi NasDem.
Dengan diterimanya Ranperda Perubahan APBD 2026, Fraksi NasDem berharap seluruh catatan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Tebo dalam menjalankan program pembangunan.
Bagi Fraksi NasDem, persetujuan terhadap perubahan APBD bukan berarti pemerintah daerah bebas dari evaluasi. Sebaliknya, setiap rupiah anggaran daerah harus dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar dikembalikan kepada kepentingan masyarakat Kabupaten Tebo. (rintorezki-ITT)
