![]() |
| Foto : Edi Purwanto Saat Kunjungan Di Tebo “ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,- Harapan masyarakat terhadap perbaikan Jalan Padang Lamo kembali mendapat angin segar. Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Dr. Edi Purwanto, SHI, M.Si. , menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan jalan yang menjadi salah satu akses penting masyarakat Kabupaten Tebo tersebut.
Hal itu disampaikan Edi Purwanto saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tebo, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, permasalahan infrastruktur menjadi salah satu perhatian, khususnya terkait realisasi pembangunan Jalan Padang Lamo.
Saat awak media Infoteboterkini.com menyedot dari titik mana pembangunan Jalan Padang Lamo akan dimulai, Edi Purwanto memberikan jawaban tegas.
Menurutnya, secara pribadi ia menginginkan pembangunan dimulai dari pangkal Jalan Padang Lamo, yakni dari Simpang Jambi atau kawasan Muara Tebo , kemudian dilanjutkan menuju Sumay, Tebo Ulu, hingga ujung perbatasan Kabupaten Tebo dengan Sumatera Barat.
“Kalau saya pribadi, inginnya Jalan Padang Lamo mulai dikerjakan dari pangkal, yaitu dari Simpang Jambi (Muara Tebo), kemudian Sumay, Tebo Ulu, hingga ujung perbatasan Kabupaten Tebo dan Sumatera Barat,” tegas Edi.
Edi menegaskan, dirinya tidak menginginkan pembangunan dilakukan hanya dengan mengambil titik di tengah-tengah ruas jalan tanpa konsep penyelesaian yang jelas.
Namun demikian, ia juga memahami kondisi Jalan Padang Lamo yang cukup panjang. Oleh karena itu, apabila terdapat sejumlah titik dengan kondisi yang sangat parah, titik tersebut tetap dapat menjadi skala prioritas dalam pengerjaan.
“Saya tidak ingin memulai dari tengah-tengah dulu. Kalau ada spot-spot yang sangat parah, mungkin itu yang menjadi skala prioritas kita,” ujarnya.
Menurut Edi, panjangnya ruas Jalan Padang Lamo membuat kebutuhan anggaran untuk menuntaskan seluruh ruas tersebut tidak sedikit. Bahkan, kebutuhan pembiayaannya diperkirakan dapat mencapai triliunan rupiah jika seluruh ruas ditangani hingga selesai.
Namun persoalan anggaran tersebut, kata Edi, tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan di tengah jalan.
Ia bahkan berkomitmen untuk terus mendorong agar anggaran Jalan Padang Lamo dialokasikan secara bertahap setiap tahun hingga tahun 2029 , sehingga pembangunan dapat dilakukan secara berkelanjutan sampai ruas tersebut benar-benar tertangani.
Pernyataan tersebut tentu menjadi kabar yang ditunggu masyarakat Tebo. Sebab, bagi warga yang setiap hari melintasi Jalan Padang Lamo, persoalan jalan bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi mencakup aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga konektivitas antarwilayah.
Rp29 Miliar Mulai Dialokasikan
Komitmen tersebut semakin mendapat perhatian setelah mulai mengalokasikannya anggaran sebesar Rp29 miliar untuk Jalan Padang Lamo .
Selain itu, terdapat pula dukungan anggaran Rp39 miliar untuk ruas Blok E–Jalan 21 melalui IJD .
Besarnya dukungan anggaran tersebut membuat masyarakat kini menaruh harapan agar pembangunan tidak berhenti sebatas penganggaran maupun janji politik.
Masyarakat tentu ingin melihat langsung alat berat turun ke lapangan, pekerjaan dimulai, ruas jalan yang rusak diperbaiki, dan akses transportasi semakin nyaman.
Bagi masyarakat Tebo, angka miliaran rupiah di dalam dokumen anggaran bukanlah tujuan akhir. Yang mereka tunggu adalah hasil nyata di lapangan.
Jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat yang diharapkan secara bertahap berubah menjadi akses yang lebih layak, memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi di sepanjang wilayah yang dilalui Jalan Padang Lamo.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada satu hal: sejauh mana komitmen tersebut benar-benar diwujudkan menjadi pekerjaan fisik di lapangan.
Sebab, masyarakat tidak hanya berharap bahwa Jalan Padang Lamo akan diperbaiki. Mereka membutuhkan kepastian bahwa jalan tersebut benar-benar dibangun dan diselesaikan.
(RR-ITT)
