![]() |
| Fto :Detik-Detik Tragedi Terjadi “ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,— Tragedi kembali terjadi di kawasan dermaga penyeberangan PT Makin Group, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo. Sebuah mobil truk berderak dan satu unit alat berat jenis Beko Loader terguling hingga meluncur ke arah Sungai Batanghari. Peristiwa naas tersebut bahkan merenggut satu nyawa.
Insiden maut itu terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB .
Dugaan sementara, kecelakaan terjadi ketika truk mengalami masalah atau patah saat berada di dermaga penyeberangan ponton.
Dalam kondisi tersebut, satu unit Beko Loader milik PT Makin Group PPKS Rengas kemudian berupaya membantu mengemudikan truk yang mengalami kendala. Namun, upaya tersebut justru berubah menjadi petaka.
Diduga karena beban truk yang sangat berat dan kondisi medan dermaga yang tidak mampu menahan tekanan, Beko Loader tersebut kehilangan kendali. Truk bersama alat berat yang berusaha melaju akhirnya terguling dan meluncur ke daerah Sungai Batanghari.
Satu nyawa tergeletak di tempat kejadian tersebut.
Camat Tebo Ilir, Yanto , membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (9/8/2026).
Menurut Yanto, berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat, korban meninggal dunia diketahui bernama Edi Sopan , yang merupakan karyawan PPKS Rengas Makin Group.
“Satu orang dikabarkan meninggal di tempat, korban atas nama Edi Sopan, karyawan PPKS Rengas Makin Group,” ujar Yanto.
Sedangkan truk yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan unit transporter mitra PPKS Rengas , sementara Beko Loader yang ikut terguling merupakan kendaraan milik PT Makin Group PPKS Rengas .
Tak hanya menelan jiwa korban, kejadian tersebut juga menyebabkan kerugian materi. Kedua kendaraan akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Camat Yanto menyebut, kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp130 juta hingga Rp150 juta .
Namun, dibalik kerugian materi tersebut, terdapat permasalahan yang jauh lebih serius: satu nyawa pekerja harus menjadi korban dalam aktivitas di kawasan dermaga tersebut.
Peristiwa ini tentu menyisakan pertanyaan besar mengenai standar keselamatan kerja, kondisi dan kekuatan dermaga, kapasitas beban kendaraan, hingga prosedur penanganan kendaraan yang mengalami kerusakan saat berada di area penyeberangan.
Apakah seluruh prosedur keselamatan sudah benar-benar dijalankan? Apakah kapasitas dermaga sudah sesuai dengan beban kendaraan yang melintas? Dan apakah terdapat evaluasi terhadap sistem keselamatan setelah kejadian maut tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dijawab secara terang, terutama karena kecelakaan telah menyebabkan hilangnya satu nyawa manusia.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, beban angkutan, kondisi dermaga, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi.
Sebab, nyawa pekerja bukan sekadar angka dalam laporan kecelakaan. Keselamatan harus menjadi prioritas, sesuatu yang baru diperiksa setelah tragedi terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.( RR )
