Gambar Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada

 

Foto :Kadis Damkar Dan Unit Armada 
Yang Sudah Bisa Di Operasikan.
(Rintorezky)

INFOTEBOTERKINI.COM  – Keterbatasan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tebo tidak menyurutkan upaya Pemerintah Kabupaten Tebo dalam meningkatkan pelayanan penanggulangan kebakaran. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, langkah cepat dan inovatif dilakukan dengan memanfaatkan aset yang masih bisa diselamatkan agar tetap berfungsi melayani masyarakat.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo,  Riswan Pasaribu , mengungkapkan bahwa salah satu armada pemadam kebakaran berkapasitas  3.000 liter udara  telah bertahun-tahun tidak dapat beroperasi akibat kerusakan pada mesin pompa.


Akibatnya, kendaraan tersebut hanya terparkir dan tidak dapat digunakan saat terjadi kebakaran, sehingga mengurangi kekuatan armada Damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Kami menyampaikan langsung kondisi armada ini kepada Bupati dan Wakil Bupati Tebo. Setelah melakukan pembahasan bersama, akhirnya memutuskan untuk mencari solusi tanpa harus mengeluarkan anggaran besar,” ujar Riswan.


Menurutnya, atas persetujuan Bupati dan Wakil Bupati Tebo, Dinas Damkar kemudian menjalin kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Tebo dengan meminjam mesin pompa yang merupakan aset milik dinas tersebut.


Langkah tersebut terbukti efektif. Setelah mesin pompa dipasang, armada Damkar yang sebelumnya tidak dapat digunakan kini kembali beroperasi dan siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran.


"berkat dukungan Bupati dan Wakil Bupati serta kerja sama dengan Dinas Perkebunan, satu unit armada yang selama ini tidak berfungsi kini sudah bisa beroperasi kembali. Ini tentu sangat membantu menambah kekuatan armada kami di lapangan," jelasnya.


Riswan juga mengakui bahwa kebutuhan armada Damkar di Kabupaten Tebo masih jauh dari ideal. Namun, untuk pengadaan kendaraan baru saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran daerah.


Terlebih lagi, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Pusat membuat pengadaan armada baru harus diprioritaskan secara selektif.


“Untuk membeli mobil Damkar baru tentu membutuhkan budget yang sangat besar. Harga satu unit armada pemadam kebakaran bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung spesifikasi dan kapasitasnya. Oleh karena itu, langkah paling realistis saat ini adalah memaksimalkan armada yang masih bisa diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tutupnya.


Langkah kolaboratif tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu menjadi penghalang dalam meningkatkan pelayanan publik. Dengan sinergi antarorganisasi perangkat daerah serta dukungan pemerintah daerah, aset yang sebelumnya tidak lagi berfungsi kini kembali dimanfaatkan demi menjaga keselamatan masyarakat Kabupaten Tebo dari ancaman kebakaran.( Rintorezky )

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada
  • Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada
  • Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada
  • Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada
  • Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada
  • Kurangnya Armada Damkar, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Pilih Maksimalkan Aset yang Ada
Ad
Ad