Gambar Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas

 

Foto:Kasat Reskrim Polres Tebo Dan 
Ketua BPD desa teluk Langkap
“ist”ITT


INFOTEBOTERKINI.COM  – Peristiwa dugaan penyerangan terhadap rumah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, menjadi sorotan publik. Video yang beredar luas di media sosial pada Selasa (14/7/2026) menampilkan situasi ricuh ketika sejumlah warga mendatangi rumah Ketua BPD hingga terjadi dugaan aksi yang dilakukan terhadap dirinya dan sang istri.


Peristiwa tersebut kini telah resmi diberitakan ke Polres Tebo. Ketua BPD Teluk Langkap,  Amri Firdaus , menegaskan bahwa dirinya menempuh jalur hukum karena merasa menjadi korban tindakan hakim utama sendiri yang mengakibatkan dirinya dan istrinya mengalami luka serta trauma.


Kepada  INFOTEBOTERKINI.COM , Amri Firdaus menceritakan kronologi kejadian. Sekitar pukul 09.00 WIB, dirinya bersama sejumlah warga berupaya menghentikan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau dompeng yang beroperasi tepat di depan rumahnya.


Menurutnya, aktivitas tersebut sangat dekat dengan badan jalan dan organisasi warga sehingga diperkirakan dapat memicu longsor yang mengancam keselamatan rumah-rumah di sekitar lokasi.


"Kami bersama masyarakat hanya ingin mengusir aktivitas PETI karena lokasinya sangat dekat dengan rumah dan jalan. Kami takut terjadi longsor. Saat itu warga menggunakan petasan kembang api dan ketapel untuk mengusir para pekerja. Informasinya memang ada salah satu pekerja yang terkena peluru ketapel, tapi bukan hanya saya yang berada di lokasi. Banyak warga juga ikut melakukan hal yang sama," ujar Amri.


Namun, beberapa jam setelah kejadian tersebut, tepatnya sekitar pukul 12.30 WIB, suasana berubah menjadi mencekam. Amri mengaku rumahnya didatangi sekelompok warga yang diduga merupakan pihak yang tidak menerima atas pengusiran tersebut.


"Mereka datang ke rumah saya dan langsung menyerang. Saya dan istri menjadi korban penandatanganan. Mereka menuduh saya mengenai salah satu pekerja dengan ketapel, padahal banyak warga berada di lokasi saat itu," ungkapnya.


Akibat kejadian tersebut, Amri mengaku mengalami benturan di bagian belakang kepala setelah didorong oleh pelaku yang tidak disengaja. Ia juga menyebut istrinya turut menjadi korban dalam kericuhan itu.


Setelah kejadian, keduanya langsung menjalani pemeriksaan medis dan visum di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo sebagai bagian dari proses hukum.


Amri juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama keluarganya menjadi korban dugaan tindak kekerasan. Sebelumnya, ia telah melaporkan dugaan kasus terhadap anaknya ke Polres Tebo. Dengan laporan terbaru ini, berarti sudah dua laporan komprehensif yang ia ajukan kepada pihak kepolisian.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tebo,  Rimhot Nainggolan , mewakili Kapolres Tebo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan rancangan terhadap Ketua BPD Teluk Langkap dan istrinya.


"Hari ini ada dua laporan yang kami terima terkait peristiwa tersebut. Kami sudah memanggil para korban maupun pihak yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan. Saat ini penyidik ​​masih melakukan pendalaman guna mengumpulkan alat bukti dan menentukan langkah-langkah hukum berikutnya. Persyaratan tersangka, semuanya akan diperiksa berdasarkan hasil penyelidikan," ujarnya.


Kasus ini menarik perhatian luas masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa apa pun latar belakang permasalahan yang terjadi, penyelesaian tidak boleh dilakukan dengan cara kekerasan ataupun menyerang rumah pribadi seseorang. Dugaan tindak penandatanganan dan tindakan hakim utama sendiri merupakan perbuatan yang memiliki konsekuensi hukum dan harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.


Publik kini menaruh perhatian besar terhadap penanganan perkara tersebut. Masyarakat berharap penyidik ​​Polres Tebo mengusut kasus ini secara profesional, objektif, dan transparan berdasarkan alat bukti yang ada. Penegakan hukum adil yang dinilai penting agar memberikan kepastian hukum bagi semua pihak sekaligus mencegah terulangnya tindakan kekerasan serupa di tengah masyarakat.(Red-ITT)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas
  • Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas
  • Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas
  • Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas
  • Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas
  • Ketua BPD Teluk Langkap Resmi Laporkan Dugaan Penyerangan dan Penganiayaan, Publik Desak Polres Tebo Bertindak Tegas
Ad
Ad