Gambar Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik

 

Foto : Penulis Zarnuzi “ist”ITT

INFOTEBOTERKINI.COM,- Oleh: Zarnuzi, SKM., M.Epid (Epidemiolog/ Pemerhati Pelayanan Kesehatan)


Setiap tanggal 17 September, dunia memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia atau Hari

Keselamatan Pasien Sedunia. Pada tahun 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

memilih tema “Perawatan yang aman untuk penyakit tidak menular” atau terjemahan sederhananya

dalam bahasa indonesia “Pelayanan yang aman untuk penyakit tidak menular” dengan

slogan “Perawatan yang aman untuk hidup!” atau pelayanan yang aman sepanjang kehidupan.

Tema ini terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan

Berbagai penyakit kronis lainnya membutuhkan pelayanan yang tidak hanya tepat.


Pelayanan juga harus aman dan berkesinambungan. Pasien mungkin datang ke fasilitas

kesehatan berkali-kali. Mereka menjalani pemeriksaan, mendapatkan pengobatan,

melakukan kontrol, hingga menjalani perawatan dalam waktu yang panjang.

Di setiap tahapan itu ada satu hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu keselamatan

pasien.


Namun, berbicara tentang keselamatan pasien bukan hanya soal bagaimana mencegah

kesalahan. Lebih jauh dari itu, keselamatan pasien adalah tentang bagaimana caranya

membangun budaya pelayanan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Kita bisa memaknai Hari Keselamatan Pasien Sedunia dengan semangat sederhana.


Ketika pelayanan sudah baik, jangan berhenti. Jadikan lebih baik. Ketika sudah

baik, teruslah menuju pelayanan yang prima.

Baik Bukan Berarti Berhenti

Dalam pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan, tidak ada titik di mana kita

bisa mengatakan bahwa perjalanan peningkatan mutu sudah selesai.

Ilmu pengetahuan terus berkembang.

Teknologi terus berubah.


Kebutuhan masyarakat semakin beragam.

Harapan pasien terhadap pelayanan juga semakin tinggi.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas bukanlah tanda dari sesuatu yang sebelumnya

dilakukan dengan tidak baik.

Sebaliknya, peningkatan mutu adalah tanggung jawab untuk memastikan

pelayanan hari ini bisa menjadi lebih baik pada pelayanan besok hari.


Kita bisa meningkatkan pelayanan yang baik menjadi pelayanan yang lebih cepat.

Pelayanan yang cepat bisa kita lengkapi dengan presisi.

Ketepatan bisa diperkuat dengan keselamatan.

Keselamatan bisa berjalan bersama pelestarian.


Semua ini punya satu tujuan. Pasien merasa aman, kecewa, dilayani, dan mendapat

pelayanan sesuai kebutuhannya.

Keselamatan Pasien dimulai dari Hal yang Sederhana

Kadang-kadang kita berpikir peningkatan mutu harus lewat program besar.

Padahal, keselamatan pasien sering dimulai dari tindakan sederhana.


Menunjuk identitas pasien sebelum memberi pelayanan.

Mentransmisikan obat yang diberikan tepat.

Melakukan komunikasi yang efektif saat serah terima pasien.

Menjaga kebersihan tangan.

Memberikan informasi yang mudah dipahami.

Mendengarkan pertanyaan pasien dan keluarganya.

Penerimaan pasien paham rencana perawatan.

Merespons kondisi pasien dengan tepat dan cepat.


Bagi petugas kesehatan, mungkin semua itu adalah bagian dari rutinitas kerja.

Tapi bagi pasien, rutinitas ini bisa sangat berarti.

Saat seseorang sakit, ia tidak hanya membutuhkan tindakan medis. Ia juga butuh rasa aman.

Ia membutuhkan kepastian bahwa dirinya diperhatikan.


Ia butuh komunikasi yang baik.

Yang juga penting, ia perlu keyakinan bahwa setiap petugas bekerja dengan hati-hati

dan penuh tanggung jawab jawab.

Oleh karena itu, keselamatan pasien bukan hanya soal standar pelayanan. Keselamatan

Pasien adalah budaya.


Dari Pelayanan Rumah Sakit Menuju Pelayanan Prima

Rumah sakit adalah bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat.

Di dalamnya, banyak profesi yang bekerja dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda.

Namun, semua punya tujuan yang sama, yaitu memberi pelayanan terbaik kepada

pasien.


Dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi, petugas

petugas penjaga, petugas kebersihan, keamanan, dan seluruh unsur pelayanan ikut

Membangun pengalaman pasien.

Pasien tidak selalu mengingat semua proses pelayanan yang diterima.

Namun, sering kali pasien mengingat bagaimana ia diterima.


Bagaimana pertanyaannya dijawab.

Bagaimana keluarganya diberi penjelasan.

Bagaimana petugas memperlakukannya saat sedang cemas.

Oleh karena itu, pelayanan prima bukan hanya soal kecepatan.

Pelayanan prima adalah gabungan dari kompetensi, keselamatan, kemiskinan,

kecepatan, sederhana, komunikasi, empati, dan tanggung jawab.


Semakin baik unsur-unsur ini berjalan bersama, semakin besar pula kepercayaan

masyarakat pada pelayanan kesehatan.

Tebo Sehat 2030 Dimulai dari Pelayanan yang Kita Berikan Hari Ini

Kabupaten Tebo punya cita-cita pembangunan “Terwujudnya Kabupaten Tebo menuju

yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera Tahun 2030.”


Cita-cita pembangunan daerah tentu bukan sekadar kalimat dalam dokumen

perencanaan. Cita-cita ini menjadi bermakna saat masyarakat merasakan manfaatnya

pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bidang kesehatan, salah satu bentuk kontribusi nyata adalah memberikan

pelayanan yang semakin mudah, aman, bermutu, dan manusiawi.


Rumah sakit punya ruang untuk ikut mengambil bagian dalam cita-cita ini.

Bukan dengan berjalan sendiri.

Bukan juga dengan merasa paling menentukan.

Namun, lewat kontribusi sesuai tugas, resmi, dan tanggung jawab masing-masing.

Tenaga kesehatan memberi layanan dengan kemampuan dan kepedulian.

Manajemen membangun layanan pemeliharaan yang mendukung saling dan keselamatan.


Masyarakat ikut berperan dalam menjaga kesehatan.

Pasien dan keluarga ikut terlibat dalam proses perawatan.

Semua unsur layanan kesehatan bergerak dengan semangat yang sama, yaitu memberi

manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dengan cara ini, layanan kesehatan bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju Tebo

yang lebih sehat.


Tidak Perlu Menunggu Sempurna untuk Terus Berbuat Lebih Baik

Ada satu hal yang sering kita lupakan dalam layanan publik. Kita tidak harus menunggu

semuanya sempurna untuk melakukan perbaikan.

Perubahan bisa dimulai dari satu kebiasaan.

Hari ini kita lebih disiplin dalam mengidentifikasi pasien.


Besok kita memperbaiki komunikasi.

Hari berikutnya kami meningkatkan respon terhadap kebutuhan pasien.

Setelah itu, kami memperkuat edukasi kepada keluarga.

Sedikit demi sedikit, kebiasaan ini menjadi budaya.

Ketika budaya layanan yang baik tumbuh terus-menerus, manfaatnya akan dirasakan

oleh masyarakat.


Inilah semangat perbaikan berkelanjutan, perbaikan yang tidak pernah berhenti.

Bukan karena layanan yang sudah diberikan sebelumnya tidak baik, tetapi karena

selalu masyarakat berhak mendapat layanan yang lebih baik.

ASN dan Pengabdian melalui Pelayanan

Sebagai aparatur sipil negara, bekerja di bidang layanan publik pada dasarnya adalah

bagian dari penyuntingan.


Pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar.

Kadang pengabdian hadir dalam bentuk yang sangat sederhana, seperti datang tepat

waktu,

melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh,

melayani dengan sopan,

bekerja sesuai standar,

menjaga etika,

menghormati pasien,

menjaga dan mengakui,

dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.


Jika kita melakukan hal-hal sederhana itu secara konsisten, sebenarnya kita sudah

memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa tugas

pelayanan kesehatan bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan.

Ada manusia di balik setiap pasien.

Ada keluarga di balik setiap pasien.

Ada harapan di balik setiap kunjungan.

Dan ada kepercayaan masyarakat yang harus kita jaga bersama.


Perawatan Aman Seumur Hidup

Tema “Perawatan yang aman untuk penyakit tidak menular” mengajak kita melihat keselamatan

pasien dengan pandangan yang lebih luas. WHO mendesak perlunya pelayanan yang

aman sepanjang perjalanan penyakit tidak menular, mulai dari pencegahan, diagnosis,

pengobatan, pengelolaan jangka panjang, hingga perawatan mandiri pasien.


Artinya, keselamatan tidak hanya terjadi ketika pasien ada di ruang pelayanan.

Keamanan juga dipengaruhi oleh seberapa baik pasien memahami penyakitnya.

Rupanya jelas informasi yang diberikan.

Tepatnya pasien menjalankan pengobatan.

Seberapa baik keluarga mendukung perawatan.


Dan seberapa baik seluruh sistem pelayanan bekerja secara terus-menerus.

Oleh karena itu, pelayanan prima bukan hanya membuat pasien merasa dilayani dengan baik.

Lebih dari itu, pelayanan prima harus membuat pasien merasa aman.

Menjaga Yang Sudah Baik, Menguatkan Yang Bisa Lebih Baik

Hari Keselamatan Pasien Sedunia sebaiknya menjadi waktu untuk melihat perjalanan

pelayanan kesehatan dengan sikap positif.

Kita hargai apa yang sudah berjalan baik.

Kita jaga hal-hal yang telah memberi manfaat.


Kami kuatkan yang masih bisa diperbaiki.

Dan kita terus belajar dari pengalaman.

Tidak perlu mencari siapa yang salah.

Tidak perlu menunjuk siapa yang kurang.

Yang jauh lebih penting adalah bertanya, apa yang bisa kita lakukan hari ini supaya

pasien mendapat pelayanan yang lebih baik dari kemarin?

Pertanyaan sederhana itu bisa menjadi energi besar untuk peningkatan kualitas.

Sebab pelayanan publik bukan lomba untuk menunjukkan siapa yang paling baik.

Pelayanan publik adalah proses bersama untuk memberi manfaat terbaik bagi

masyarakat.


Pada akhirnya, Tebo Sehat 2030 bukan hanya soal angka dan indikator kesehatan.

Ini juga tentang seorang pasien yang mendapat pelayanan dengan aman.

Tentang seorang ibu yang merasa tenang saat mendapat pelayanan.

Tentang seorang anak yang mendapat perawatan dengan layak.

Tentang keluarga yang mendapat informasi yang jelas.

Tentang pasien penyakit kronis yang mendapat pendampingan secara terus-menerus.


Dan tentang masyarakat yang merasa bahwa pelayanan kesehatan hadir dengan hati

yang tulus dan penuh tanggung jawab.

Dari situlah kepercayaan tumbuh. Dari kepercayaan, pelayanan semakin kuat.

Dan dari pelayanan yang semakin kuat, cita-cita pembangunan kesehatan daerah bisa kita

wujudkan bersama.

Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 bukan hanya sebuah

peringatan.


Ini adalah ajakan untuk terus menjaga keselamatan, memperbaiki mutu, memperkuat

empati, dan memberi pelayanan yang lebih baik.

Kita tidak perlu menunggu sampai pelayanan menjadi sempurna untuk mulai berbuat

lebih baik.

Mulailah dari apa yang bisa kita lakukan hari ini.

Dari yang baik, kita melangkah ke yang lebih baik.

Dari yang lebih baik, kita menuju pelayanan yang prima.

Dengan pelayanan yang aman dan bermutu, kami ikut berperan dalam mewujudkannya

Tebo yang Cerdas, Sehat, dan Sejahtera Tahun 2030.***

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik
  • Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik
  • Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik
  • Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik
  • Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik
  • Ketika Pelayanan Baik Harus Terus Menjadi Lebih Baik
Ad
Ad