![]() |
| Foto : Bupati Tebo,Kadis PU,Kadis DLH-HUB Beserta Masyarakat Sekitar,Saat Meninjau Jembatan Yang putus “rintorezki” ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,- Kondisi jembatan yang putus di Jalan Sapat, Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Tebo.
Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM , turun langsung meninjau lokasi jembatan yang mengalami kerusakan tersebut pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Dalam peninjauan itu, Bupati Tebo didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-HUB) .
Rombongan melihat langsung kondisi jembatan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat yang terdampak.
Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Unit 6 dengan Unit 7 hingga menembus ke kawasan SKB . Putusnya akses tersebut membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena warga harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh, mencapai kurang lebih 10 kilometer .
Bagi masyarakat sekitar, jembatan ini bukan sekedar akses penghubung antarkawasan. Jalan tersebut menjadi jalur yang digunakan setiap hari, termasuk oleh anak-anak sekolah dan masyarakat yang membawa hasil perkebunan.
Saat diwawancarai di lokasi, Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terlebih dahulu mencari langkah alternatif agar mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan sambil menyiapkan penanganan jembatan secara permanen.
“Pemda Kabupaten Tebo akan melakukan langkah alternatif terlebih dahulu agar aktivitas masyarakat di sini bisa berjalan. Untuk langkah alternatif tercepat, kita akan berdiskusi bersama tim Bina Marga dan tim teknis. Akan kita bedah dan akan kita tangani di tahun ini,” ujar Agus.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan mengingat keberadaan jembatan tersebut memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat di kawasan Unit 6 dan Unit 7.
Sementara itu, Yunus , salah seorang warga Mekar Kencana, Jalan Sapat, Unit 6, berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan.
Dikatakannya, kerusakan jembatan sangat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari warga. Selain menjadi akses masyarakat, jalur tersebut juga digunakan oleh anak-anak sekolah serta petani untuk mengangkut hasil kebun.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. Jalan ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Anak sekolah juga lewat di sini, kemudian hasil kebun warga juga melewati jembatan ini,” harap Yunus.
Warga berharap langkah alternatif yang dijanjikan pemerintah dapat segera direalisasikan, sehingga aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu. Di sisi lain, penanganan permanen terhadap jembatan tersebut juga dinilai penting agar akses penghubung Unit 6, Unit 7 hingga SKB kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Tebo memastikan persoalan akses masyarakat menjadi perhatian, dengan langkah-langkah penanganan yang akan dikoordinasikan bersama tim teknis dan Bina Marga. (rintorezki-ITT)
