Gambar Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca

SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”

 

F

INFOTEBOTERKINI.COM,– Gerakan Mahasiswa Kabupaten Tebo (GEMAKATO) secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana kehadiran Gubernur Jambi, Al Haris, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tebo ke-27 pada 12 Oktober 2026. Penolakan tersebut menjadi bentuk kritik keras terhadap pemerintah provinsi yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan konkret terhadap sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Tebo.


Bagi GEMAKATO, kehadiran gubernur dalam seremoni perayaan daerah tidak seharusnya menjadi sekadar agenda seremonial di tengah persoalan infrastruktur dan kabut asap yang masih menghantui kehidupan masyarakat. Mereka menilai, sebelum hadir dalam perayaan, Gubernur Jambi semestinya menunjukkan keseriusan menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Tebo.


GEMAKATO menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai mendesak untuk mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jambi, yakni pembangunan Jalan Padang Lamo, Jalan Betung Pintas, serta penanganan kabut asap. Ketiganya dianggap sebagai ujian nyata terhadap komitmen pemerintah provinsi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Tebo.


Organisasi mahasiswa tersebut juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Al Haris yang telah berlangsung selama dua periode. GEMAKATO menilai Kabupaten Tebo belum mendapatkan perhatian yang sebanding dengan kebutuhan pembangunan dan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakatnya. Bahkan, mereka menyindir adanya kesan bahwa Tebo hanya menjadi daerah penyumbang pemasukan bagi pemerintah provinsi, sementara manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat dinilai belum sebanding. Penilaian tersebut menjadi kritik yang perlu dijawab melalui kebijakan, transparansi anggaran, dan pemerataan pembangunan.


Ketua GEMAKATO, Rengki Delfika, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap keresahan masyarakat yang masih berhadapan dengan berbagai persoalan tersebut. Menurutnya, perayaan hari jadi Kabupaten Tebo seharusnya menjadi momentum untuk menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat, bukan sekadar panggung seremoni yang tidak disertai langkah konkret menyelesaikan persoalan daerah.


“Gubernur seharusnya tahu malu dengan Kabupaten Tebo. Jangan sampai masyarakat justru menghadang gubernur yang datang hanya untuk kegiatan seremonial tanpa keberpihakan konkret kepada masyarakat Tebo. Tiga persoalan itu harus diselesaikan. Selama Tebo masih berasap dan persoalan mendasar belum mendapatkan solusi nyata, jangan hanya datang untuk menghadiri perayaan,” tegas Rengki Delfika.


GEMAKATO menegaskan, kritik tersebut merupakan bentuk tuntutan agar Pemerintah Provinsi Jambi tidak terus membiarkan persoalan infrastruktur dan kabut asap berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas. Mereka mendesak Gubernur Jambi menunjukkan komitmen melalui langkah nyata, target penyelesaian yang terukur, serta keterbukaan kepada masyarakat. Bagi GEMAKATO, Kabupaten Tebo tidak membutuhkan sekadar kehadiran pejabat dalam seremoni, melainkan bukti keberpihakan yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.(RR-ITT)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”
  • SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”
  • SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”
  • SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”
  • SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”
  • SELAMA TEBO MASIH BERASAP, GUBERNUR JANGAN INJAKKAN KAKI DI TEBO!”
Ad
Ad