![]() |
| Foto : Kabag Ops Polres Tebo,Di Dampingi Kasat Reskrim Dan Kasat Intel Polres Tebo “ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,- Penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah perbatasan Desa Putikalo dan Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, pada Senin (5/10/2026), berlangsung tegang.
Tim jajaran Polres Tebo bersama Polsek Sumay turun langsung mengkonfirmasi laporan masyarakat terkait aktivitas PETI yang selama ini diduga berlangsung di kawasan Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah perbatasan kedua desa tersebut.
Dalam penindakan tersebut, situasi di lapangan sempat memanas. Saat petugas berusaha menertibkan sejumlah rakit dompeng yang digunakan untuk aktivitas PETI, sebagian masyarakat turun ke tepi sungai dan berusaha menghalau petugas.
Bahkan berdasarkan pantauan di lapangan, petugas sempat mendapat perlawanan dengan pelemparan batu dan kayu dari arah masyarakat.
Untuk mengendalikan situasi, petugas harus melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali sebagai upaya menghalau massa dan mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Kabag Ops AKP Jecky Arman yang ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut,Di Dampingi Kasat Reskrim Polres Tebo Dan Kasat Intel Polres Tebo,menegaskan bahwa aktivitas PETI di kawasan perbatasan kedua desa tersebut akan ditindak.
“Kita melanggar tegas aktivitas di dua perbatasan desa ini. Beberapa rakit kita bakar di tempat hari ini,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil melakukan tindakan terhadap salah satu rakit dompeng yang berada di lokasi. Satu rakit dompeng dibakar di tempat sebagai bagian dari penertiban terhadap aktivitas PETI.
Namun, ketika petugas hendak melakukan tindakan terhadap rakit lainnya, situasi kembali memanas. Sejumlah warga terlihat berada di pinggir Sungai Batanghari sambil berteriak dan menghalau petugas.
Di tengah kondisi tersebut, petugas harus menangani pelemparan batu dan kayu yang diarahkan ke lokasi mereka.
Sebelumnya, kawasan perbatasan Desa Putikalo dan Desa Teluk Langkap ini juga sempat menjadi perhatian setelah terjadi aksi pemblokiran akses Jalan Padang Lamo yang berkaitan dengan masalah aktivitas PETI di kawasan tersebut.
Menariknya, sebelum tim melakukan penindakan lebih jauh, sejumlah rakit dompeng yang sebelumnya terpantau berada di lokasi justru mulai bergerak meninggalkan titik parkir.
Saat tim Polres Tebo bersiap turun bersama BPBD Kabupaten Tebo menuju Sungai Batanghari untuk melakukan eksekusi terhadap rakit-rakit dompeng, beberapa rakit dilaporkan sudah lebih dahulu kabur meninggalkan lokasi .
Kondisi ini menjadi perhatian serius. Penertiban PETI bukan hanya soal keberadaan rakit dompeng, tetapi juga menyangkut persoalan lingkungan, keamanan masyarakat serta penegakan hukum di wilayah Kabupaten Tebo.
Polres Tebo menegaskan bahwa aktivitas PETI di kawasan tersebut tidak akan dibiarkan. Aparat memastikan penindakan akan terus dilakukan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang ditemukan di lapangan.
Kini, masyarakat menunggu langkah lanjutan aparat penegak hukum terhadap aktivitas PETI di perbatasan Desa Putikalo dan Desa Teluk Langkap, termasuk terhadap dugaan perlawanan kepada petugas saat proses penertiban berlangsung. (RR-ITT)
