Gambar Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca

DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN

 

Foto : Dokter Lapas Muara Tebo “ist”ITT

INFOTEBOTERKINI.COM,-— Seorang warga binaan berinisial RDY (23)meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo. RDY sebelumnya merupakan penghuni Lapas Kelas II B Muara Tebo.


Kabar meninggalnya warga binaan tersebut terjadi pada Rabu malam, 30 September 2026. Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian, terutama terkait kondisi kesehatan RDY sebelum akhirnya meninggal dunia.


Dokter umum mitra Lapas Kelas II B Tebo, dr. Mutia Puspa Rini, MKM, saat dikonfirmasiInfoteboterkini.com melalui sambungan telepon pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, memberikan penjelasan mengenai kronologi singkat kondisi RDY sebelum dirujuk ke rumah sakit.


Rini mengatakan, dirinya mendapat informasi pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB bahwa terdapat warga binaan yang sedang mengalami sakit.


“Saya dikabari malam Rabu sekitar setengah delapan kalau ada penghuni lapas yang sakit. Kemudian saya cek dan memang benar ada penghuni lapas yang sedang sakit,” ujar dr. Rini.


Menurutnya, setelah melakukan pemeriksaan, kondisi RDY membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Mengingat keterbatasan fasilitas medis yang tersedia di lapas, dirinya kemudian merekomendasikan agar pasien segera dirujuk ke RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo.


Rini menjelaskan, saat diperiksa, RDY mengalami kondisi seperti demam tinggi, kesadaran mulai menurun, serta menunjukkan perilaku meronta-ronta.


“Karena keterbatasan alat, saya rekomendasikan untuk dirujuk ke RSUD Tebo. Kondisinya seperti demam tinggi, kesadarannya menurun. Dia juga sempat meronta-ronta,” jelasnya.


Rini menyebut kondisi tersebut sempat membuat sejumlah pegawai Lapas Tebo panik karena mengira pasien mengalami kondisi seperti kesurupan.


Namun, setelah mendapat arahan medis untuk segera dilakukan rujukan, pihak Lapas Kelas II B Tebo disebut langsung mengambil tindakan.


“Setahu saya, di lapas kalau mau membawa warga binaan keluar tentu ada prosedur yang harus diikuti. Namun Kalapas langsung cepat mengambil sikap dan membawa pasien ke RSUD,” ungkapnya.


RDY kemudian tiba di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo sekitar pukul 21.00 WIB. Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien langsung mendapatkan penanganan dari tim medis.


Rini mengatakan, ketika tiba di IGD, RDY dalam kondisi sesak napas dengan tingkat kesadaran yang mulai menurun. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal, pasien kemudian dibawa ke ruang ICU.


“Sesampainya di IGD, kondisi pasien sesak napas dan kesadarannya sudah mulai menurun. Dokter IGD langsung menangani dan kemudian pasien dibawa ke ICU,” katanya.


Namun, setelah sekitar tiga jam mendapatkan perawatan di ruang ICU, kondisi RDY justru semakin memburuk. Sesak napas yang dialami semakin berat dan tingkat kesadarannya terus menurun.


Tim medis ICU disebut telah melakukan berbagai upaya pertolongan, termasuk memberikan bantuan pernapasan. Namun, kondisi pasien akhirnya tidak dapat tertolong dan RDY dinyatakan meninggal dunia.


Berdasarkan informasi medis yang disampaikan kepada dr. Mutia, dokter IGD dan dokter ICU menyebut RDY mengalami pneumonia, yakni infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan.


“Kalau keterangan dari dokter IGD dan ICU, beliau ada penyakit pneumonia atau yang biasa disebut paru-paru basah, yaitu infeksi pada paru-paru. Itu yang menyebabkan pasien mengalami sesak napas dan kesadaran menurun,” jelas Rini.


Terkait adanya dugaan kekerasan sebelum RDY meninggal dunia, dr. Mutia menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang diketahuinya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.


“Kalau ditanya ada tanda-tanda kekerasan, tidak ada. Dokter IGD dan ICU juga mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan apa pun terhadap almarhum,” pungkasnya.


Sementara itu, saat dikonfirmasi kembali olehInfoteboterkini.com pada Jumat (2/10/2026), pihak Lapas Kelas II B Tebo menyampaikan bahwa jajaran Lapas Tebo saat ini tengah mendatangi pihak korban atau keluarga almarhum.


Pihak lapas juga menyebut, dalam waktu dekatKalapas Kelas II B Tebo kemungkinan akan memberikan keterangan resmi kepada awak media melalui konferensi pers terkait meninggalnya warga binaan tersebut.


Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan secara utuh mengenai kronologi kejadian, kondisi kesehatan almarhum sebelum dirujuk, hingga proses penanganan medis yang dilakukan setelah RDY dibawa ke RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo.


Infoteboterkini.com masih berupaya mendapatkan keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Lapas Kelas II B Tebo dan pihak terkait lainnya.(rintorezki-ITT)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN
  • DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN
  • DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN
  • DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN
  • DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN
  • DOKTER UMUM LAPAS KELAS II B TEBO ANGKAT BICARA SOAL MENINGGALNYA SATU WARGA BINAAN
Ad
Ad