![]() |
| Foto : Asap Tebal Terlihat Di Sejumlah Wilayah Kabupaten Tebo “ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,- Kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni ke Kabupaten Tebo membawa pesan besar tentang pentingnya menjaga hutan, habitat satwa liar, dan keseimbangan lingkungan.
Namun, sehari setelah kunjungan tersebut, persoalan lama kembali menghantui masyarakat.Kabut asap kembali Pekat Menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tebo.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Gubernur Jambi Al Haris sebelumnya meninjau Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung upaya konservasi Gajah Sumatra, termasuk pengayaan dan penanaman pakan gajah.
Ironisnya, ketika isu pelestarian hutan dan habitat gajah menjadi perhatian pemerintah pusat, asap kembali terlihat di wilayah Tebo.
Pantauan masyarakat pada Rabu (30/9/2026), asap tebal terlihat menyelimuti kawasan Kecamatan Tebo Tengah sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore hari. Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kenyamanan masyarakat terganggu.
Bagi warga, kemunculan asap bukan sekadar persoalan pemandangan. Bau asap, mata perih hingga gangguan pernapasan kembali menjadi keluhan.
Salah seorang warga Tebo Tengah, Toni, mengaku terkejut ketika melihat kondisi udara yang kembali dipenuhi asap.
“Kami keluar rumah bang tekejut nengok asap tebal macam iko. Teraso nian sesak raso napas kami, tambah lagi mato kami pedih dibuat nyo bang. Kami berharap kepado pemerintah Kabupaten Tebo untuk tindak tegas kalau ado pelaku pembakaran lahan di Tebo,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo JOKO ARDIAWAN,saat dikonfirmasi menyebutkan, berdasarkan pemantauan pada malam 29 September 2026, terdapat kemunculan hotspot di tiga wilayah, yakni Kecamatan Sumay, Muara Tabir dan Tebo Tengah.
Namun, keberadaan hotspot tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai titik kebakaran.
Hotspot bukan otomatis berarti terjadi kebakaran. Titik panas merupakan hasil deteksi satelit dan masih membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah benar terdapat api atau sumber panas lainnya.
Hutan dijaga, gajah dilindungi, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan hak atas udara yang bersih.jika terdapat indikasi pembakaran lahan secara sengaja, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada imbauan.
Sebab bagi masyarakat Tebo, persoalannya sederhana:
Mereka tidak membutuhkan sekadar kabar bahwa hotspot terdeteksi. Mereka membutuhkan kepastian: asap ini berasal dari mana, siapa penyebabnya, dan apa tindakan pemerintah untuk menghentikannya?
(RR-ITT)
