![]() |
| Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kab-Tebo “ist”ITT |
INFOTEBOTERKINI.COM,-Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Tebo kembali menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harian Kasus ISPA Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo Tahun 2026 yang ditampilkan hingga 30 September 2026, tercatat 22.601 kasus pada kolom jumlah kumulatif laporan dari 20 wilayah kerja Puskesmas.
Data tersebut menunjukkan bahwa kasus ISPA masih ditemukan setiap hari sepanjang periode pencatatan September. Pada 20 September tercatat 39 kasus, kemudian meningkat menjadi 123 kasus pada 21 September, 61 kasus pada 22 September, 96 kasus pada 23 September, 66 kasus pada 24 September, 44 kasus pada 25 September, 77 kasus pada 26 September, 31 kasus pada 27 September, 68 kasus pada 28 September, 54 kasus pada 29 September dan 76 kasus pada 30 September.
Dalam laporan tersebut, sejumlah wilayah kerja Puskesmas mencatat angka kumulatif yang cukup tinggi. Puskesmas Pulau Temiang tercatat 2.678 kasus, Tuo Pasir Mayang 2.629 kasus, Rimbo Bujang IX 2.560 kasus, Rimbo Bujang II 2.164 kasus, Mengupeh 1.538 kasus, Sumber Sari 1.564 kasus dan Alai Ilir 1.291 kasus.
Angka tersebut menjadi perhatian karena Kabupaten Tebo sebelumnya juga menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap dan karhutla.
Namun, angka kumulatif ISPA tidak serta-merta berarti seluruh kasus disebabkan oleh kabut asap. ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor, sementara paparan asap dan kualitas udara yang buruk dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara kembali dipenuhi asap.
Dalam keterangannya kepada media sebelumnya, Riana meminta masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang tidak baik.
“Masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara tidak baik,” ujar dr. Riana Elisabeth.
Menurut Dinkes, perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit atau gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, demam atau keluhan kesehatan yang semakin memburuk.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo juga terus melakukan pemantauan perkembangan kasus melalui Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Tebo.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu kondisi kesehatan memburuk baru mencari pertolongan.
Jika udara kembali berasap, kurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, gunakan masker. Perbanyak minum air putih, jaga kebersihan lingkungan dan hindari aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara.
Bagi orang tua, kondisi anak juga perlu menjadi perhatian. Apabila anak mulai mengalami batuk, pilek, demam, sesak atau kesulitan bernapas, segera periksakan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
ISPA bukan persoalan yang boleh dianggap sepele. Di tengah ancaman asap dan kualitas udara yang berubah-ubah, menjaga kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.(rintorezki-ITT)
