Gambar Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca

AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI

 

Foto :”ist”ITT

INFOTEBOTERKINI.COM,- Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau dompeng kembali menjadi sorotan di wilayah Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo .


Bukan hanya masalah kerusakan lingkungan, aktivitas PETI yang diduga berlangsung di kawasan tersebut kini telah berdampak terhadap  akses menuju masyarakat sejumlah fasilitas umum dan sumber penghidupan warga .


Sedikitnya terdapat tiga kepentingan utama masyarakat yang terdampak, yakni  persawahan masyarakat, pemakaman umum, serta perkebunan masyarakat .


Persoalan semakin pelik karena akses penyeberangan masyarakat menggunakan angkutan ketek udara disebut tidak lagi dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Jalan menuju lokasi penyeberangan ketek diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas PETI atau dompeng.


Akibat kondisi tersebut, masyarakat yang menginginkan kawasan di seberang sungai untuk melakukan aktivitas di  pemakaman umum, persawahan maupun perkebunan , kini harus mengambil jalur memutar.


Jarak yang sebelumnya dapat ditempuh melalui jalur penyeberangan kini disebut harus ditempuh dengan memutar sekitar  10 kilometer melalui wilayah Desa Dusun Teriti .


Bagi masyarakat, permasalahan ini bukan sekadar rusaknya sebuah jalan menuju tempat penyeberangan.


Jalur tersebut merupakan bagian penting dari aktivitas kehidupan warga. Ketika akses ketek terganggu, masyarakat otomatis kehilangan jalur praktis menuju lahan pertanian, perkebunan dan pemakaman umum.


Petani yang ingin menuju sawah harus mencari jalur alternatif. Warga yang ingin menuju kebun juga harus menempuh perjalanan lebih jauh. Bahkan untuk mengakses pemakaman umum di seberang, masyarakat harus memutar melalui jalur darat.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar:  siapa yang bertanggung jawab ketika aktivitas ekonomi masyarakat terganggu akibat kerusakan akses yang diduga berkaitan dengan aktivitas PETI?


Sorotan juga mengarah ke Pemerintah Desa Teluk Langkap.


Kepala Desa Teluk Langkap disebut masyarakat  diduga belum memberikan solusi yang jelas terhadap masalah akses tersebut . Namun dugaan tersebut perlu diungkapkan kepada pihak Pemerintah Desa Teluk Langkap agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh.


Masyarakat tentu dapat mengetahui langkah apa yang telah dilakukan pemerintah desa untuk memperjuangkan akses mereka.


Sebab, ketika fasilitas masyarakat yang digunakan untuk  sawah, kebun dan pemakaman umum  menuju terganggu, persoalannya bukan lagi persoalan pribadi atau kelompok tertentu. Ini menyangkut  kepentingan publik .


Masyarakat meminta  Kapolres Tebo dan Pemerintah Kabupaten Tebo  tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.


Jika benar terdapat aktivitas PETI yang menyebabkan kerusakan akses masyarakat, maka harus ada tindakan nyata sekaligus solusi terhadap dampak yang ditimbulkan.


Penindakan terhadap aktivitas ilegal saja tidak cukup apabila akses masyarakat yang sudah rusak dibiarkan begitu saja.


Masyarakat membutuhkan  kepastian hukum, kepastian akses dan solusi konkret .


Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu turun langsung melihat kondisi di lapangan, memeriksa aktivitas PETI yang diduga menyebabkan kerusakan, sekaligus memastikan akses masyarakat menuju fasilitas umum dapat kembali digunakan.


Aktivitas PETI tidak boleh membuat masyarakat yang tidak terlibat justru menjadi pihak yang paling dirugikan.


Jika jalan menuju penyeberangan rusak, ketek tidak bisa beroperasi, dan warga harus memutar hingga sekitar 10 kilometer, maka dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari.


Jangan sampai aktivitas yang diduga berlangsung secara ilegal, sementara masyarakat yang memiliki sawah, kebun dan pemakaman bahkan justru kehilangan akses.


Kini masyarakat Teluk Langkap langkah nyata dari pemerintah dan aparat menunggu penegak hukum.


Bukan sekadar imbauan.

Bukan sekadar rapat.

Bukan sekadar janji.


Masyarakat membutuhkan solusi yang jelas dan tindakan nyata terhadap aktivitas PETI yang diduga telah mengganggu fasilitas serta akses publik di Desa Teluk Langkap.


INFOTEBOTERKINI.COM akan terus mempertemukan perkembangan permasalahan ini dan membuka ruang konfirmasi bagi Pemerintah Desa Teluk Langkap, Pemerintah Kabupaten Tebo maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan. (RR-ITT)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI
  • AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI
  • AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI
  • AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI
  • AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI
  • AKSES KETEK TERPUTUS, TIGA FASILITAS UMUM WARGA TELUK LANGKAP TERDAMPAK AKTIVITAS PETI
Ad
Ad