INFOTEBOTERKINI.COM, – Pemerintah Provinsi Jambi terus mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Kabupaten Tebo, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan bertajuk Sosialisasi Bahaya Paham Radikalisme dan Terorisme ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi . Acara tersebut dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Tebo, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Nazar Efendi menekankan pentingnya peran camat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di lingkungan masing-masing. Menurutnya, langkah pencegahan yang dimulai dari tingkat bawah akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas daerah.
“Peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan, terutama dalam mendeteksi sejak dini potensi penyebaran paham radikalisme. Dengan begitu, upaya pencegahan bisa berjalan efektif dan Kabupaten Tebo dapat terhindar dari ancaman tersebut,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berharap upaya pencegahan tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, namun terus berlanjut melalui edukasi yang berkesinambungan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Ismed Wijaya , menyampaikan bahwa tokoh masyarakat dan tokoh agama memiliki posisi strategi sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi masyarakat terkait bahaya radikalisme dan terorisme.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi ini akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir sejumlah narasumber, salah satunya perwakilan dari Satuan Tugas Wilayah Provinsi Jambi Densus 88. Dalam pemaparannya, dijelaskan berbagai bentuk dan modus penyebaran paham radikalisme serta dampaknya yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat serta mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme sejak dini di tengah kehidupan sosial.
( Red-ITT )
