![]() |
| Bupati Tebo, Agus Rubiyanto akan panggil Seluruh Camat Se-kabupaten Tebo, foto : Ist |
INFOTEBOTERKINI.COM, - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah camat se-Kabupaten Tebo berjoget di atas panggung dengan iringan organ tunggal mendadak viral di media sosial. Video tersebut beredar melalui akun TikTok @Indra Utama dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Dalam video yang beredar, para camat terlihat berjoget dalam suasana santai yang disebut sebagai bagian dari kegiatan halal bihalal pasca Hari Raya Idul Fitri. Namun, momen tersebut menuai sorotan publik karena dinilai kurang mencerminkan sikap pejabat publik di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
Menanggapi hal itu, Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki izin darinya. Ia menegaskan bahwa acara tersebut merupakan inisiatif pribadi para camat.
“Mereka tidak ada izin sama saya, itu kegiatan inisiatif mereka sendiri. Memang perlu diingatkan supaya tidak membuat keresahan di masyarakat. Nanti akan kita panggil mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tebo untuk menjaga marwah dan etika sebagai pelayan publik, terutama di tengah situasi yang menuntut efisiensi dan kerja ekstra dari pemerintah daerah.
“Tolong jaga marwah ASN di lingkungan Pemkab Tebo. Apalagi dengan situasi seperti ini, saya sendiri selaku bupati terus berupaya ke pusat untuk mendapatkan dukungan bagi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan camat di Kabupaten Tebo melalui pesan singkat di grup WhatsApp menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengakui adanya kekhilafan dan berterima kasih atas kritik yang diberikan masyarakat.
“Siap salah, kami sebagai ASN manusia biasa yang tidak luput dari kehilapan. Terima kasih atas kontrol sosialnya kepada kami yang diamanahkan, semoga kita saling menasihati dalam kebaikan,” tulisnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap dan etika pejabat publik, terutama di ruang publik maupun media sosial. Masyarakat pun diharapkan tetap berperan aktif dalam memberikan kontrol sosial demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik. (Red-ITT)
