![]() |
| Petugas Damkar berjibaku padamkan api di lokasi kebakaran, foto : Ist |
INFOTEBOTERKINI.COM – Satu unit rumah yang juga difungsikan sebagai bengkel milik warga di Dusun Remaji RT 09, Desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, hangus terbakar pada Kamis pagi (12/03/2026). Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh arus pendek listrik.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo, informasi kebakaran pertama kali diterima pada pukul 09.21 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dua menit kemudian, tepatnya pukul 09.23 WIB, dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 09.37 WIB dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer dari pos pemadam.
Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan oleh warga setempat, Aang Saputra. Objek yang terbakar adalah rumah sekaligus bengkel milik Jufri, seorang wiraswasta yang tinggal di RT 09 Dusun Remaji, Desa Rantau Api.
Selain bangunan rumah, api juga menghanguskan sejumlah aset di dalamnya, termasuk dua unit mobil, satu unit genset, serta berbagai peralatan bengkel.
Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam rumah maupun bengkel tersebut.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Petugas dari Pos Damkar Tebo Ilir kemudian mengerahkan dua unit armada pemadam dengan personel Regu II untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Setelah api berhasil dikendalikan, seluruh petugas kembali ke markas pada pukul 12.22 WIB.
Kepala Desa Rantau Api, Ubaidillah, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa salah satu warganya tersebut.
“Kami dari Pemerintah Desa Rantau Api turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga kami di Dusun Remaji RT 09. Saat ini pemerintah desa bersama masyarakat sudah turun membantu korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing agar kejadian serupa dapat dicegah,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Pemerintah desa bersama masyarakat berharap adanya perhatian serta bantuan dari berbagai pihak guna membantu meringankan beban korban yang terdampak musibah tersebut. (Red-ITT)
