![]() |
| Santri berinisial MRF (15) menjalani perawatan di RS Jabal Rahmah, foto : Ist |
INFOTEBOTERKINI.COM, - Dugaan kasus pengeroyokan terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Inayah, yang berada di Desa Perintis Jaya, Kabupaten Tebo, Jambi. Seorang santri dilaporkan mengalami luka setelah diduga dianiaya oleh sejumlah kakak kelasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 4 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di area lingkungan pondok pesantren. Namun, pihak keluarga korban baru mendapatkan kabar dari pihak pesantren sekitar pukul 14.00 WIB pada hari yang sama.
Korban berinisial MRF (15) merupakan santri kelas dua. Ia diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga santri lain yang merupakan kakak kelas atau santri kelas tiga di pesantren tersebut.
Dugaan kekerasan tersebut disebut-sebut dipicu persoalan telepon genggam (handphone) yang sebenarnya termasuk barang yang tidak diperbolehkan bagi santri selama berada di lingkungan pondok pesantren.
Saat dijemput oleh pihak keluarga untuk dibawa pulang, kondisi korban terlihat berjalan dengan tubuh agak membungkuk sambil menahan rasa sakit. Setibanya di rumah, korban dilaporkan mengalami muntah-muntah sehingga keluarganya segera membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban kemudian dilarikan ke RS Jabal Rahmah guna menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Dari keterangan korban kepada keluarga, ia mengaku sempat menerima pukulan dan tendangan di bagian tubuh atas. Bahkan ketika terjatuh, korban juga mengaku sempat diinjak pada bagian perut oleh para terduga pelaku.
Paman korban, Soni (45), menyayangkan terjadinya dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan tersebut. Ia menilai pengawasan terhadap aktivitas santri perlu lebih ditingkatkan.
Menurutnya, orang tua mempercayakan anak-anak mereka kepada pihak pesantren untuk mendapatkan pendidikan dan pembinaan, sehingga keamanan serta pengawasan menjadi hal yang sangat penting.
Hal senada juga disampaikan A. Nami, kakek korban yang diketahui pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra. Ia berharap pihak pesantren dapat memperketat pengawasan terhadap para santri agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Saat ini korban masih menjalani perawatan di RS Jabal Rahmah, tepatnya di lantai dua Ruang Zam Zam 12. Kondisinya dilaporkan masih merasakan sakit, sesekali batuk dan mengeluhkan sesak napas.
Selain itu, korban juga belum dapat mengonsumsi makanan berat dan masih menjalani perawatan menggunakan infus. Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah mendapatkan perawatan medis sejak Kamis malam hingga Jumat, 5–6 Maret 2026. (Red-ITT)
